Site icon Risalahnegeriku

Irjen Agus Tekankan Evaluasi Menyeluruh untuk Atasi Kecelakaan Lalu Lintas

JAKARTA — Keselamatan jalan tetap menjadi fokus utama Korlantas Polri dalam menciptakan ekosistem transportasi yang lebih tertib dan berkelanjutan. Langkah strategis tersebut diperkuat melalui kolaborasi bersama para pelaku usaha transportasi.

Hal itu disampaikan oleh Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., saat menerima audiensi manajemen perusahaan transportasi di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Irjen Pol. Agus mengungkapkan bahwa penanganan isu keselamatan lalu lintas kini telah bertransformasi dari sekadar penegakan hukum menjadi pendekatan yang lebih humanis dan berfokus pada pembinaan menyeluruh.

“Bukan dalam rangka intervensi, tetapi kolaborasi yang terbaik seperti apa yang bisa kita lakukan bersama,” tegasnya.

Evaluasi Menyeluruh Penyebab Kecelakaan

Menurut Kakorlantas, setiap kecelakaan lalu lintas tidak dapat dianalisis hanya dari satu sudut pandang saja. Evaluasi yang menyeluruh dan sistematis menjadi kunci. Penilaian tersebut meliputi faktor kondisi pengemudi, kelayakan kendaraan, manajemen operasional perusahaan, hingga kondisi infrastruktur jalan.

Pihaknya mengajak pelaku usaha untuk bersama-sama mengevaluasi setiap insiden agar pencegahan dapat dilakukan secara terstruktur dari hulu ke hilir.

Sebagai wujud tindakan nyata, Korlantas Polri mengoptimalkan fasilitas Indonesia Safety Driving Center (ISDC) sebagai pusat pelatihan kompetensi bagi para pengemudi angkutan umum, termasuk taksi.

“Kita punya ISDC, Indonesia Safety Driving Center. Nantinya pengemudi bisa dilatih kembali di sana agar kompetensinya meningkat dan perilaku berkendaranya menjadi lebih baik,” jelas Irjen Pol. Agus.

Selain pelatihan fisik dan keterampilan mengemudi, pemanfaatan teknologi juga menjadi perhatian khusus. Korlantas mendorong penerapan sistem Traffic Attitude Record, sebuah inovasi pencatatan rekam jejak perilaku pengemudi. Melalui integrasi data ini, manajemen perusahaan dapat memantau secara real-time riwayat pelanggaran dan tingkat kepatuhan pengemudi di jalan, sehingga pengawasan internal menjadi lebih efektif.

Lebih lanjut, Irjen Pol. Agus menekankan bahwa tolok ukur keberhasilan Korlantas saat ini bukan lagi semata-mata diukur dari jumlah pelanggar yang ditindak. Melainkan seberapa tinggi kesadaran masyarakat akan keselamatan dan kedisiplinan di jalan raya.

“Yang kami banggakan bukan penegakan hukum, tetapi ketika pengguna jalan sadar akan keselamatan dan disiplin berlalu lintas,” pungkasnya.

Program kolaborasi dan pembinaan ini diharapkan mampu menjadi model sinergi ideal antara Korlantas Polri dan sektor korporasi demi menciptakan ekosistem transportasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat luas.

Exit mobile version