JAKARTA – Korlantas Polri menyatakan kesiapan penuh dalam mengawal arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menegaskan seluruh jajarannya akan memberikan pelayanan terbaik. Prinsip pengabdian tanpa batas menjadi landasan utama petugas di lapangan.
“Tugas itu adalah kehormatan dan kita tidak boleh capek karena ini amanah yang harus kita lakukan. Kehadiran Polri di jalan bukan hanya mengatur, tetapi memastikan perjalanan aman sampai tujuan. Bahkan bila perlu, kita datang awal dan kembali paling akhir,” ujar Irjen Agus di NTMC Podcast.
Operasi Ketupat 2026 mengusung tagline ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’ sesuai instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Polri telah memetakan lima klaster pengamanan utama. Lokasi tersebut meliputi jalan tol, jalur arteri, pelabuhan penyeberangan, tempat ibadah, hingga lokasi wisata.
Keputusan Berbasis Data dan Teknologi
Irjen Agus menjelaskan bahwa suksesi tahun ini merupakan hasil evaluasi mendalam dari data tahun 2025. Pengambilan keputusan di lapangan, seperti pemberlakuan one way atau contraflow, kini jauh lebih modern. Petugas menggunakan perhitungan teknologi traffic counting yang sangat presisi.
“Untuk menciptakan kamseltibcarlantas ini bukan hanya prediksi atau kira-kira, tetapi menggunakan teknologi infrastruktur. Salah satunya ETLE Drone Presisi dan Drone VTOL (Vertical Take-Off and Landing). Keputusan rekayasa lalu lintas berdasarkan parameter teknologi,” jelasnya.
Sebagai contoh simulasi teknis, jika jumlah kendaraan mencapai 5.500 per jam di tol, maka contraflow satu lajur akan dieksekusi. Jika angka meningkat hingga 6.400 kendaraan per jam, maka lajur contraflow akan segera ditambah. Strategi ini memastikan respons cepat terhadap dinamika arus.
Perubahan Skenario Jalur Tol dan Pelabuhan
Belajar dari kendala tahun lalu, Korlantas melakukan perubahan titik rekayasa di jalur tol. Skenario one way kini ditarik hingga KM 236 Pejagan. Sebelumnya, titik kuncian sering terjadi di KM 188. Penambahan jarak ini diharapkan mampu mengurai potensi bottleneck dengan lebih efektif.
Untuk jalur penyeberangan seperti Merak-Bakauheni, Polri telah menyiapkan delay system dan buffer zone. Kantong parkir di rest area KM 43 dan KM 64 akan dioptimalkan jika terjadi kondisi cuaca ekstrem di pelabuhan. Sistem manajemen ticketing juga telah tertata reguler untuk mempercepat distribusi kendaraan.
“Sistem manajemen pelabuhan kini sudah lebih bagus. Ticketing sudah tertata reguler untuk mempercepat distribusi kendaraan,” tambah Irjen Agus. Sinergi erat bersama seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci suksesnya Operasi Ketupat 2026.
Pendekatan Humanis dan Inovatif
Kakorlantas juga melakukan pendekatan humanis melalui seni musik. Lagu berjudul ‘Mudik Tertib, Ojo Kesusu’ diciptakan agar pesan keselamatan lebih mudah diterima masyarakat. Langkah ini dinilai efektif untuk menjangkau berbagai kalangan, termasuk generasi muda.
“Bermimpi harus diikuti dengan cara berpikir, lalu diikuti dengan rencana. Perencanaan itulah kunci keberhasilan. Kita ingin masyarakat mudik dengan riang gembira, berangkat selamat, sampai di tujuan selamat dan bahagia,” tuturnya.
Terakhir, Irjen Agus mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA). Langkah ini penting guna memecah kepadatan puncak arus mudik. Jika membutuhkan bantuan darurat, masyarakat dapat menghubungi nomor 110 yang siaga selama 24 jam penuh.

