JAKARTA – Keamanan lalu lintas kini punya wajah baru. Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mengubah pendekatan polisi. Beliau menjadikan kegiatan menyapa sebagai strategi keamanan sosial. Strategi ini bertujuan meredam konflik di jalan raya. Selain itu, Kakorlantas Polri ingin membangun budaya keselamatan berkelanjutan. Polantas kini hadir sebagai mitra dialogis bagi publik. Beliau menekankan pentingnya nilai budaya dalam menjaga ketertiban. Indonesia pun unggul dalam sistem tata kelola kearifan lokal.
Kakorlantas Polri percaya hubungan sosial sangatlah penting. Menyapa adalah cara paling mudah mendekati masyarakat. Hal ini akan meningkatkan efektivitas kebijakan keselamatan jalan. Irjen Agus secara tegas mengarahkan jajaran Korlantas Polri. Beliau memposisikan komunikasi sebagai alat mitigasi risiko konflik. Pendekatan humanis Polantas mampu meningkatkan kepatuhan warga. Masyarakat merasa dihargai oleh negara melalui kehadiran Polantas.
“Menyapa adalah cara paling sederhana untuk membuat negara terasa dekat,” ujar Irjen Agus.
Kakorlantas Polri Terapkan Kearifan Lokal Dalam Tugas Polantas
Kakorlantas Polri mewujudkan tata kelola berbasis kearifan lokal. Polantas menyesuaikan cara bicara dengan karakter masyarakat setempat. Di Jawa Tengah, Polantas berbicara dengan sangat santun. Di Sumatera Barat, Polantas mengedepankan musyawarah saat macet. Kakorlantas Polri tetap mengembangkan teknologi digital modern. Namun, beliau tidak meninggalkan sentuhan sosial manusiawi. Hubungan sosial jauh lebih menentukan stabilitas di lapangan.
Kakorlantas Polri juga sangat mengapresiasi program Ojol Kamtibmas. Program ini melibatkan pengemudi ojek online secara aktif. Polantas di Jakarta menjadikan ojol sebagai mitra keamanan. Di Kalimantan Timur, Polantas menyediakan bengkel gratis bagi ojol. Kakorlantas Polri menyebut ini sebagai model kemitraan terbaik. Beliau ingin membangun jaringan kepercayaan dengan publik luas. Kemitraan ini sangat efektif menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
“Teknologi penting, tapi hubungan sosial jauh lebih menentukan stabilitas di lapangan,” tegas Irjen Agus.
Kepemimpinan Irjen Agus Satukan Ketegasan Dan Empati
Kakorlantas Polri konsisten memimpin transformasi strategis ini. Beliau menekankan keseimbangan antara ketegasan dan rasa empati. Arahan Kakorlantas Polri kini menjadi budaya kerja baru. Personel Polantas di lapangan mulai mempraktekkan budaya menyapa. Beliau sering turun langsung menemui komunitas transportasi daring. Kakorlantas Polri mendengarkan aspirasi warga terkait sistem keselamatan. Hal ini memperkaya data dasar dalam pengambilan kebijakan.
Strategi menyapa ini dirancang untuk jangka panjang. Kakorlantas Polri ingin menurunkan resistensi terhadap kebijakan baru. Partisipasi publik dalam menjaga keamanan pun semakin meningkat. Polantas kini memiliki jaringan informasi cepat saat darurat. Kepatuhan warga tumbuh dari kesadaran hati masing-masing. Kakorlantas Polri sukses merubah masyarakat menjadi mitra strategis. Inilah bukti nyata kinerja cerdas dari Korlantas Polri.
“Kebijakan yang efektif bukan hanya yang ditegakkan, tetapi yang dipahami dan diikuti oleh publik,” tegas Irjen Agus dikutip dari korlantas.polri.go.id.

