SHIZUOKA — Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kehutanan resmi menjalin kerja sama konservasi dengan Prefektur Shizuoka, Jepang. Langkah monumental ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait program breeding loan (pinjam pakai untuk pengembangbiakan) satwa flagship Indonesia, Komodo.
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari “Diplomasi Hijau” (Green Diplomacy) yang diusung pemerintah. Penandatanganan dilakukan bersama Gubernur Shizuoka, Suzuki Yasutomo, sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto di kawasan Asia Timur.
“Ini adalah bagian dari diplomasi hijau. Kita berharap bisa berbagi tanggung jawab dan kerja sama untuk mengatasi masalah iklim serta menjaga keanekaragaman hayati yang lebih baik,” ujar Raja Juli Antoni di Shizuoka, Selasa (31/3/2026).
Komodo tersebut nantinya akan ditempatkan di iZoo, yang berlokasi di Kawazu, Shizuoka. Sebagai kebun binatang reptil dan amfibia terbesar di Jepang, iZoo dinilai sebagai tempat yang tepat untuk mendukung program pengembangbiakan satwa purba ini. Menhut berharap kehadiran Komodo di Jepang tidak hanya membantu kelestarian spesies, tetapi juga menarik minat warga Jepang untuk berkunjung langsung ke habitat aslinya di Indonesia.
Selain urusan satwa, Menhut juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas, termasuk diskusi mengenai pembentukan sister park. Ia mencontohkan potensi kolaborasi antara pengelola kawasan Gunung Fuji di Jepang dengan gunung-gunung ikonik yang ada di tanah air.
Gubernur Shizuoka, Suzuki Yasutomo, menyambut hangat inisiatif ini dan merasa bangga dapat berkontribusi dalam melestarikan satwa liar yang terancam punah. Pihaknya menjamin akan mengawal proses pengembangbiakan Komodo dengan standar terbaik guna memastikan kelangsungan hidup satwa kebanggaan Indonesia tersebut.
Kerja sama ini menjadi tonggak sejarah baru dalam hubungan bilateral Indonesia-Jepang, yang kini merambah pada aspek konservasi alam dan perlindungan lingkungan global secara nyata.

