Site icon Risalahnegeriku

Sosialisasi keamanan berkendara sebagai fungsi Polri dalam mengayomi masyarakat

Salah satu tugas Polri adalah membina dan menyelenggarakan fungsi lalu lintas yang meliputi pendidikan masyarakat, penegakan hukum, pengkajian masalah lalu lintas, registrasi dan identifikasi pengemudi dan kendaraan bermotor serta patroli jalan raya. Di sinilah Polri dominan dalam melakukan sosialiasi utamanya dalam keselamatan berkendara.

Jakarta – (03/05/2021). Fungsi pendidikan masyarakat dalam berlalu lintas, melalui kegiatan sosialisasi, penanaman nilai, membangun kesadaran, kepekaan, kepedulian akan tertib lalu lintas, serta pendidikan berlalu lintas secara formal dan informal, adalah fungsi Polri yang melekat khususnya Korps Polisi Lalu Lintas (Korlantas RI). Antara lain dalam rangka meningkatkan efektifitas pelaksanaan tugas sosialisasi keamanaan berkendara tersebut, tahun 2021 ini Mabes Polri meresmikan Pusat Pendidikan dan pelatihan lalu lintas (Pusdiklantas) sekaligus mengembangkan Indonesia Safety Driving Center (ISDC), untuk peningkatan pelatihan, keterampilan dan keselamatan berkendara serta olahraga otomotif di Tanah Air. Pengembangan fasilitas tersebut, ditandai dengan jalinan kerja sama dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI).

            Kepala Korlantas Mabes Polri, Irjen Istiono, menegaskan, Pusdiklantas Lemdiklat Polri di Kecamatan Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten, telah menyediakan sarana ISDC sebagai pusat pendidikan, pelatihan, keterampilan dalam peningkatan keselamatan berkendara. Polri juga melengkapi fasilitas tersebut dengan tenaga pelatih guna meningkatkan keterampilan serta pengetahuan teknik dalam berkendara.        “Kita manfaatkan lahan sekitar 11 hektar dengan IMI. Kemudian juga berikutnya adalah pertukaran informasi tentang kepelatihan dan perkembangan otomotif dan olahraga otomotif ini,” ucap Istiono.

Pusat Berlatih dan Sosialisasi

            Selain sebagai sarana berlatih dan peningkatan keterampilan keselamatan berkendara, ISDC kata Istiono, juga sebagai pusat sosialisasi kepada masyarakat pengguna kendaraan bermotor, untuk selalu tertib dan aman dalam berkendara. “Kemudian juga kita sama-sama melakukan sosialisasi tentang tertib berlalu lintas terhadap klub-klub (motor) di Indonesia ini,” lanjut dia. Ketua IMI, Bambang Soesatyo menyambut baik kerja sama IMI dengan Korlantas Mabes Polri dalam peningkatan pendidikan, pelatihan dan keselamatan lalu lintas bagi seluruh pengendara. “Kami berterima kasih dan menyambut baik kerja sama dengan Kakorlantas yang melingkupi upaya meningkatkan keselamatan, ketertiban dalam berlalu lintas dan kemahiran atau kecakapan dalam mengemudi,” kata Ketua MPR RI itu.

            Bambang juga berharap, agar anak-anak muda di Indonesia bisa mengambil peran dalam bidang otomotif untuk menuju Indonesia emas 2045. “IMI berharap kerja sama ini bisa meningkatkan kemampuan kita dan silaturahmi kita antarkomunitas. Tempat ini akan kita manfaatkan untuk berbagai kegiatan agar anak muda kita, yang jumlahnya cukup besar, 68 juta, bisa mengambil peran dalam mengisi Indonesia emas 2045 yang akan datang,” jelas dia. Sementara, Kapusdiklantas Kombes Djoni Hendra menambahkan kalau sarana ISDC bisa dinikmati semua pengguna kendaraan tanpa dipungut biaya. Namun begitu, pemanfaatan sarana di ISDC dilakukan secara komunal dengan melibatkan klub-klub pengendara. “Masyarakat umum melalui komunitas untuk bisa melakukan safety riding dan driving di ISDC. Agar kita hindari kecelakaan dan ketidaktahuan mengendarai yang baik, di sini ada master trainer dan kolaborasi dengan komunitas. Harus dengan komunitas, kalau individual nanti berbondong ke sini, tidak kondusif. Jadi melalui komunitas, agar lebih rapi,” kata dia.

Killing Ground

            Keamanan dan keselamatan dalam berlalu lintas merupakan dambaan dari seluruh pengguna jalan. Namun ironis, pengemudi kendaraan bermotor di Indonesia pada umumnya mengemudikan kendaraan tanpa dibekali dengan pengetahuan dan ketrampilan mengemudi serta etika berlalu lintas yang benar. Akibatnya jalan raya menjadi semacam “Killing Ground”, bagi para pengguna jalan. Korban laka lantas setiap hari bergelimpangan di jalan raya, tanpa mengenal tua maupun muda, laki-laki ataupun perempuan. Kecelakaan lalu lintas jalan tidak hanya mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi dan mengganggu produktifitas kehidupan. Setiap saat kita dapat menjadi korban kecelakaan, karenanya kurang pengetahuan, ketrampilan dan etika berlalulintas. Pengguna jalan kurang memperhatikan keselamatan berlalu lintas.

            Kecelakaan lalu lintas bukan nasib. Kecelakaan lalu lintas terjadi selalu diawali dengan adanya pelanggaran pengguna jalan, yang berakibat merugikan diri sendiri dan pengguna jalan lain. Oleh sebab itu sudah saatnya kita memikirkan bagaimana menyelamatkan para pengguna jalan, agar tidak menjadi korban sia-sia di jalan raya karena ketidaktahuan mengenai arti pentingnya keamanan dan keselamatan dalam berlalu lintas di jalan raya. Keamanan dan keselamatan berlalu lintas tersebut harus diwujudkan dengan langkah nyata melalui proses pendidikan dan pelatihan mengemudi atau sekolah mengemudi. Hampir seluruh masyarakat pengguna jalan mengemudikan kendaraan di jalan, tanpa melalui proses belajar di sekolah mengemudi dengan benar. Masyarakat selama ini tidak pernah diberi edukasi tentang pengetahuan, ketrampilan teknik mengemudikan kendaraan bermotor dan etika berlalu lintas di jalan.

            Secara faktual, hal ini terlihat dengan tidak adanya budaya saling menghargai antara sesama pengguna jalan, terjadinya saling serobot dan tidak ada yang mau mengalah. Akibatnya, banyak terjadi pelanggaran, kecelakaan dan kesemrawutan dalam berlalu lintas di jalan. Di negara lain orang berlalu lintas sangat tertib. Mereka mengetahui akan aturan dalam berlalu lintas : bagaimana saling menghargai, siapa yang harus diprioritaskan dan sebagainya. Semua berjalan secara mekanik seolah-olah bagaikan robot. Hal ini bisa terjadi karena mereka sebelum mengemudikan kendaraan telah diberi pendidikan dan pengetahuan tentang aturan berlalu lintas, teknik berkendaraan serta etika berlalu lintas. Tertib lalu lintas mencerminkan budaya bangsa.

Tujuan ISDC

            Tujuan dibangunnya ISDC antara lain membangun infrastruktur yang kelak akan menjadi fundamental inti sebagai tempat belajar dan berlatih serta pengujian tentang keselamatan berkendara (Safety Riding/Driving) yang mencakup aspek manusia, kendaraan dan lingkungan. Kemudian mewujudkan kepekaan dan kepedulian para pemangku kepentingan dalam mewujudkan dan memelihara kamseltibcar lantas. Berikutya membantu Pemerintah dalam menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan dan meningkatkan kualitas keselamatan lalu lintas. Selain itu ISDC ada sebagai upaya menyiapkan dan meningkatkan kualitas kemampuan dan keterampilan para pengendara kendaraan bermotor dalam berlalu lintas dan terkahir untuk membangun budaya tertib berlalu lintas dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik.

Masuk Kurikulum Sekolah

            Pengetahuan mengenai tertib berlalu-lintas adalah sesuatu hal yang sangat penting. Pembelajaran kepada para siswa sekolah pun dianggap sangat penting. Nah agar semakin mengukuhkan hal itu ke kepala generasi muda, Kepolisian dan Kementerian Pendidikan Nasional pun rencananya akan membuat terobosan dengan memuat pelajaran safety riding ke kurikulum sekolah. Pokja (kelompok kerja) untuk memasukan safety riding ke kurikulum sudah dibuat, tidak lama lagi langkah itu semoga bisa direalisasikan segera. Niatan kepolisian dan dinas pendidikan nasional itu didasari pada keprihatinan kepolisian pada tingginya angka kecelakaan berlalu-lintas, terutama pada pengendara usia muda.

“Pengetahuan mengenai keselamatan di jalan ini harus ditanamkan ke generasi muda. Ini sama saja dengan merubah budaya berkendara dan itu harus dilaksanakan di generasi yang baru itu.” Menurut Detik.Oto, Bahan pelajaran yang telah disiapkan selanjutnya diserahkan ke perwakilan sekolah-sekolah dari 33 provinsi. Niatan Pemerintah pun sudah bulat. Karena rencananya pelajaran mengenai safety riding ini bukan akan diselenggarakan sebagai pelajaran ekstrakurikuler.

Sosialisasi Di Berbagai Wilayah

            Fasilitas yang terletak di Serpong Tangerang Selatan tersebut memang salah satu yang terbaru dimiliki Polri. Namun sejak lama Polri telah melakukan sosialisasi pentingnya keamanan dan keselamatan berkendara di berbagai wilayah Polda. Salah satunya Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2019. Satlantas Polres Purbalingga menggelar sosialisasi safety riding terhadap siswa di SMK Negeri 1 Bukateja. Dalam pelaksanaan safety riding, semua tahapan dan tata cara berkendara yang baik diberikan. Hal yang disampaikan mulai dari kelengkapan surat kendaraan sampai persiapan berkendara. Setelah itu diberikan contoh oleh anggota Satlantas berkendara melintasi sejumlah rintangan seperti dalam ujian pembuatan SIM.

            Kasat Lantas Polres Purbalingga AKP Sukarwan melalui Kanit Dikyasa Ipda Wagimin mengatakan bahwa sosialisasi dan pelatihan safety riding kita berikan dalam rangka Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2019. Sasaran kegiatan yaitu siswa SMK Negeri 1 Bukateja. “Sosialisasi safety riding tujuannya untuk memberikan pemahaman tata cara berkendara yang baik kepada siswa. Harapannya siswa bisa tertib berlalu lintas dan mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas,” ucapnya. Wagimin menjelaskan, dalam pelaksanaannya, kita berikan terlebih dahulu materi tentang tertib berlalu lintas. Selanjutnya kita berikan contoh tata cara berkendara yang baik kemudian ditirukan praktek berkendara bagi siswa.

            “Dengan diadakanya sosialisasi dan pelatihan safety riding ini, diharapkan seluruh siswa yang sudah memenuhi syarat berkendara dapat mengendarai kendaraan sesuai dengan aturan yang berlaku,” pungkasnya. Sementara itu, Irfan Nisai selaku waka kesiswaan SMK N 1 Bukateja menyampaikan apresiasi kegiatan yang sudah dilaksanakan Satlantas Polres Purbalingga memberikan pelatihan safety riding terhadap 900 siswa di sekolahnya. Harapannya dengan pelatihan yang sudah diberikan siswa disekolahnya paham tata cara berkendara yang baik. “Adanya pelatihan safety riding ini sangat bermanfaat bagi siswa di sekolahnya. Semoga siswa yang membawa kendaraan bisa tertib berlalu lintas untuk mencegah terjadinya kecelakaan,” ucapnya.

Sosialisasi Bekerjasama Dengan Swasta

Dalam mendukung aktivitas keselamatan berkendara di awal tahun 2020 lalu meski di tengah Pandemi, Polri mengajak Team Honda Safety Riding Astra Motor bersama Diyaksa Satlantas Polresta Pontianak Kota berikan sosialisasi edukasi safety riding kepada siswa/i SMKN 01 Pontianak. Kegiatan ini dihadiri sekitar 70 an perwakilan siswa/i SMK dengan mengusung tema Resolusi #cari_aman di kalangan millennial. Edukasi safety riding yang dilakukan Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Kalimantan Barat, Astra Motor gencar melakukan kampanye #Cari_aman ke berbagai golongan masyarakat mulai dari TK hingga perguruan tinggi, komunitas sepeda motor, dan berbagai perusahaan.

            “Tujuannya agar pemahaman berkendara aman dapat dipahami seluruh masyarakat ketika berlalu lintas di jalan raya. Tidak hanya untuk diri sendiri, pemahaman ini mampu menciptakan kondisi aman dan tertib bagi seluruh pengguna jalan raya,” ujar Instruktur Safety Riding Astra Honda Motor, Dony Adrian. “Saat ini tingkat kecelakaan baik sebagai korban maupun pelaku masih banyak didominasi oleh kalangan pelajar. Untuk itu pihaknya bersama instansi terkait, bekerja sama dalam mengurangi tingkat kecelakaan di kalangan pelajar melalui program Police Go To School,” tambah, Kompol Salbiayah selaku Kasat Lantas Polresta Pontianak Kota.

            Sementara itu Doni mengatakan, dalam hal edukasi kami tidak pandang bulu, seluruh golongan masyarakat kami upayakan mendapat edukasi safety riding. Khusus bagi siswa/i SMK-SMA, kami berupaya menanamkan benih pemahaman agar ketika dewasa menjadi pengendara motor yang berperilaku tertib lalu lintas. Langkah sosialisasi kepada kalangan pelajar merupakan upaya preventif dalam menangkal keinginan pelajar mengendarai sepeda motor. Pihaknya berharap, pelajar sadar bahwa ada peraturan tentang usia mengendarai sepeda motor. “Untuk itu kami menghimbau orang tua agar tidak memberikan kesempatan anaknya mengendarai motor sampai cukup usia,” kata Dony.

Pelatihan Pengendara Perempuan

            Sebagai mitra Polri, PT Astra Honda Motor (AHM) kembali memberikan edukasi mengenai keamanan, safety riding, dalam berkendara kepada perempuan Indonesia dalam rangka merayakan Hari Kartini. “Jumlah pengendara perempuan mengalami peningkatan setiap tahunnya. Untuk itu, diperlukan edukasi keselamatan berkendara yang tepat sehingga bersama-sama dapat mewujudkan keselamatan dan kenyamanan di jalan raya bagi semua orang,” kata GM Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya dalam keterangan resminya. Kegiatan untuk meningkatkan kesadaran dalam berkendara dengan aman dan nyaman ini diikuti oleh sekitar 661 anak muda dari sekolah SMK Mitra Industri MM2100 dan Universitas Indonesia. Tidak sedikit bahwa wanita masa ini menggunakan sepeda motor untuk mengantar kegiatan mereka sehari-hari. Untuk dapat beraktivitas dengan aman, nyaman, dan tetap stylish, perempuan perlu memperhatikan beberapa faktor sejak sebelum mulai berkendara. Dalam hal ini, instruktur dari Safety Riding Honda berbagi informasi terkait pemilihan pakaian dan perlengkapan berkendara yang aman dan tetap stylish, kondisi apa saja yang memiliki pengaruh terhadap performa berkendara baik secara fisik maupun emosional.

            Selain itu mengenai postur berkendara yang baik dan benar juga turut diperhatikan dan bagaimana cara membawa barang yang aman, tips untuk tetap berpenampilan menarik ketika berkendara, termasuk penggunaan helm bagi para pengguna hijab. Saat ini, terdapat 143 orang instruktur Safety Riding Honda bersama Polri telah siap mendampingi masyarakat dalam edukasi keselamatan berkendara di seluruh wilayah Indonesia. Semua instuktur Safety Riding Honda telah dibekali berbagai materi untuk mendukung kompetensi tersebut, baik secara teknik dan perlengkapan berkendara maupun kondisi berkendara yang perlu diantisipasi masyarakat.

Hari pertama Sekolah Belajar Safety Riding

            Tak ketinggalan dalam kampanye keamana berkendara ini, Polda Gorontalo, Hari pertama masuk sekolah, Polisi mengajak pelajar untuk menjadi pelopor dalam tertib berlalu lintas. Pihak kepolisian kini secara intens turun ke sekolah untuk mensosialisasikan tertib berlalu lintas. Bripka Amran Mangopa telah mendatangi sejumlah sekolah, baik tingkat SMP maupun SMA yang ada di Kecamatan Bonepantai telah dikunjungi untuk menyampaikan sosialisasi dan mengajak siswa-siswi agar taat pada aturan sekolah, hindari pergaulan bebas dan jauhi Narkoba karena semua itu dapat merugikan diri kita sendiri dan menjadi pelopor tertib berlalu lintas.

            Wakapolsek Bonepantai Ipda Yusuf Harun  di dampingi Bripka Amran Mangopa melaksanakan pembinaan/ Penyuluhan kepada siswa baru SMA Negeri 1 Bonepantai. “Dalam sosialisasi ini, kita memberikan imbauan kepada siswa-siswi untuk tertib dalam berlalu lintas. Diantaranya, dengan tidak membawa sepeda motor ketika ke sekolah dan menggunakan helm ketika berangkat sekolah diantar oleh orang tua maupun kerabat,” ujarnya. Menurut Ipda Yusuf , dengan sosialisasi tersebut, diharapkan mampu menekan angka pelanggar lalu lintas di Kecamatan Bonepantai. Dengan tertib berlalu lintas, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas di Kecamatan Bonepantai  bisa diminimalisasi,” imbuhnya.     Dalam hal ini, pihaknya berupaya menanamkan budaya tertib berlalu lintas dari usia dini. Katanya, dengan cara berkunjung ke sekolah-sekolah untuk memperkenalkan dan mensosialisasikan akan kesadaran tertib berlalu lintas, dinilai sangat efektif.

Police Goes to School di Gowa

            Kegiatan safety riding ini juga dilakukan di Sulawesi. Satuan Lalu Lintas Polres Gowa melaksanakan kegiatan preemtif Safety Ridding (Keselamatan berkendara) pada anak SMA dengan menggandeng Dealer Honda setempat, Kegiatan ini dipusatkan di Lapangan SMK Negeri 1 Jl. Pramuka No. 03 Kelurahan Kalebajeng, Kec. Bajeng, Kab. Gowa. Kanit Dikyasa Sat Lantas Polres Gowa Ipda H. Misbar mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah salah satu program Police Goes To School yang dikemas secara jenaka agar siswa tidak bosan dalam mendengarkan materi pengarahan dari personil Dikyasa Sat Lantas Polres Gowa serta praktek berkendara yang baik dan benar.

            Kasat Lantas Polres Gowa AKP Mustari membenarkan pihaknya rutin mendatangi Sekolah Menengah Atas se-kabupaten Gowa mensosialisasikan safety riding (Keselamatan berkendara) guna menekan angka pelanggaran lalu lintas dan korban kecelakaan. Kapolres Gowa AKBP Boy FS Samola mengatakan safety riding ini sangat penting dan edukasi yang diberikan mengajarkan siswa untuk menaati peraturan lalu lintas, karena kalau ingin berkendara harus aman dulu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan.

Sosialisasi Virtual

            Sebagai mitra kerja Kepolisian, PT. Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda jatim) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim & NTT terus melakukan kampanye keselamatan berkendara, dan memberikan sosialisasi pentingnya Safety Riding dan protokol kesehatan ketika berkendara kepada pelajar di 9 Sekolah SMA Sederajat, diantaranya SMK PGRI 1 Surabaya. Karena masih pandemi, sosialiasi pun dilaksanakan secara virtual.  Kegiatan kali ini bertajuk ”Kemanapun Perginya Selalu Cari_Aman” dikemas dalam bentuk online. Pada webinar disampaikan pentingnya keselamatan berkendara dengan aman menggunakan perlengkapan berkendara yang benar, seperti helm SNI, jaket, sarung tangan, celana panjang dan sepatu. Selain perlengkapan berkendara juga harus menjaga kebersihan perlengkapan berkendara.

            “Cari_Aman juga bisa disebabkan oleh beberapa, dan yang paling besar penyebab kecelakaan yakni faktor manusia dimana pengetahuan, tehknik, etika saat berkendara masih belum banyak diketahui secara benar,” kata Hari Setiawan selaku Instruktur Safety Riding MPM Honda Jatim. Selain edukasi dalam webinar ini, peserta diberikan kuis sebelum dan setelah edukasi yang berisi materi yang diberikan. Peserta yang berhasil menjawab dengan benar dan cepat akan mendapatkan hadiah berupa hadiah yang menarik.

            “Dengan adanya edukasi ini, semoga siswa kami dapat lebih memahami dan lebih berhati-hati dalam berkendara dijalan raya,” kata Agus selaku Kaprodi TBSM Astra Honda SMK PGRI 1 Surabaya. Selain SMK PGRI 1 Surabaya , MPM Honda jatim juga mengadakan webinar safety riding di SMKN 1 Suboh Probolinggo, SMKN 1 Klakah lumajang, SMKN 2 Lamongan, SMKN 7 Pasuruan, SMKN 4 Bojonegoro, SMK Muhammadiyah 2 Surabaya, SMK Sore Tulungagung , SMK Takaran Magetan.

Risiko Mematikan

            Begitulah, sosialisasi safety riding harus terus digairahkan sampai kapan pun.  Mari kita lihat sejenak fakta ini. Dalam Global Status Report on Road Safety (WHO, 2015) disebutkan bahwa setiap tahun, di seluruh dunia, lebih dari 1,25 juta korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas dan 50 juta orang luka berat. Dari jumlah ini, 90% terjadi di negara berkembang dimana jumlah kendaraannya hanya 54% dari jumlah kendaraan yang terdaftar di dunia. Bila kita semua tidak melakukan apapun, 25 juta korban jiwa akan berjatuhan dalam kurun waktu 20 tahun ke depan.

            WHO juga membuat survey 20 besar penyakit atau hal yang menyebabkan kematian tertinggi di dunia. Hasilnya mencengangkan. Pada 2004 kecelakaan lalu lintas menduduki posisi ke-9 sebagai penyebab kematian jauh di bawah HIV/Aids. Namun diprediksi pada 2030, Kecelakaan lalu lintas ini akan naik ke peringkat 5 paling mematikan, sedangkan HIV/Aids turun ke peringkat 10. Ini tentunya bukan lagi peringatan tapi sudah butuh tindakan segera – need call to action! Direktur Keamanan dan Keselamatan (Dirkamsel) Korlantas Polri Brigjen Chrysnanda Dwilaksana juga menyajikan data yang tak kalah miris. Menurutnya, tingkat fatalitas korban kecelakaan di Indonesia sangat mengkhawatirkan dan harus ditekan. “Sebelum kondisi pandemi, sekitar 60-80 nyawa melayang tiap harinya karena kecelakaan lalu lintas,” ujarnya prihatin.

Roda dua penyumbang kecelakaan terbesar

            Dalam Buku Potret Lalu Lintas di Indonesia pada 2019, populasi kendaraan bermotor seluruh Indonesia pada 2018 berkisar 141.428.052 unit, dan 81,58 persen populasi kendaraan bermotor adalah sepeda motor. Dominasi sepeda motor, bisa menjadi faktor meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan pulau, Pulau Jawa menjadi pulau dengan populasi kendaraan bermotor terbanyak, yaitu 72.329.662 unit atau 51,14 persen. Sementara berdasarkan provinsi, DKI Jakarta adalah provinsi yang memiliki jumlah kendaraan bermotor terbanyak di Indonesia, dengan jumlah per kapita sebanyak 1,98, atau setiap orang memiliki dua unit kendaraan bermotor.            Jumlah sepeda motor di Jakarta, sebanyak 20.770.538 unit, atau sekitar 14,6 persen. Secara nasional, kepemilikan kendaraan per kapita adalah 0,53, atau setiap dua orang memiliki satu unit kendaraan bermotor. Sementara itu, berdasarkan usia pelaku, persentase terbesar di usia produktif, dengan rentan usia 17 sampai 49. Sebanyak 71,78 persen adalah kelompok usia 22 sampai 29 tahun, dengan persentase sebanyak 20,23 persen, kelompok usia 30 sampai 39 sebanyak 17,83 persen, kemudian pada kelompok usia 17 sampai 21 tahun sebanyak 17,51 persen, dan kelompok usia 40 sampai 49 tahun sebanyak 16,21 persen.

            Jumlah korban yang teridentifikasi usianya pada 2018 adalah 139.374 orang, dengan jumlah terbesar korban kecelakaan lalu lintas, berada pada usia 25-39 tahun. Namun, kelompok usia terbesar yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas jalan, berada pada usia 15 sampai 54 tahun, dengan kisaran sebanyak 72,13 persen. Kemudian, sebanyak 11,68 persen korban kecelakaan lalu lintas jalan, ada pada kelompok usia 0 sampai 14 tahun. Di sepanjang 2018, dari 196.457 kejadian, 73,49 persen kecelakaan lalu lintas jalan melibatkan sepeda motor. Persentase keterlibatan ini jauh lebih besar dibandingkan dengan jenis kendaraan lainnya. Pada 2015 sampai 2018, lebih dari 95 persen kejadian kecelakaan, terjadi pada kondisi jalan yang baik. Sehingga kecelakaan terjadi, cenderung pada pengendara yang berkendara, dengan kecepatan tinggi dan tidak hati-hati. Itulah antara lain fakta dan data betapa sosialiasi keamanan dan keselamatan berkendara menjadi sangat penting dilakukan setiap saat bagi selueurh pemakai jalan di Indonesia. (Saf).

Exit mobile version