JAKARTA – Bayangkan Anda sedang mudik bersama keluarga dan tiba-tiba terjebak rekayasa one way. Situasi berubah cepat, rasa lelah dan bingung mulai bercampur menjadi satu. Kondisi ini sering dialami pemudik akibat lonjakan kendaraan yang tidak terprediksi. Untuk mencegah hal itu, Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menggelar Tactical Floor Game (TFG). Kegiatan ini berlangsung di Gedung NTMC Polri pada Selasa (3/3/2026). TFG adalah simulasi taktis untuk menguji rencana operasi sebelum puncak arus mudik tiba. Langkah ini bertujuan menyinkronkan langkah antarinstansi demi kenyamanan masyarakat.
Irjen Agus Suryonugroho menegaskan bahwa Operasi Ketupat 2026 adalah operasi kemanusiaan. Fokus utamanya bukan hanya soal lalu lintas, melainkan keselamatan nyawa manusia. Negara hadir untuk memastikan perjalanan masyarakat aman, selamat, tertib, dan juga lancar. Beliau menjelaskan bahwa rekayasa jalan seperti one way dilakukan berdasarkan analisis data. Keputusan di lapangan tidak diambil secara spontan atau sembarangan. Kehadiran sistem yang matang menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan para pemudik.
“Aman itu adalah sistem, bukan kebetulan. Keselamatan dirancang dan dikawal dengan sistem,” tegas Irjen Agus Suryonugroho.
Proyeksi 3,5 Juta Kendaraan Dan Puncak Arus Mudik 18 Maret
Pengamanan mudik tahun ini melibatkan seluruh unsur internal Polri dan stakeholder eksternal. Waastama Ops Kapolri Irjen Laksana menyatakan bahwa arus mudik adalah urusan bersama. Seluruh skenario kondisi darurat diuji agar respons di lapangan berjalan sangat cepat. Sementara itu, PT Jasa Marga memproyeksikan sekitar 3,5 juta kendaraan akan masuk tol. Angka ini meningkat sebesar 17 persen dibanding kondisi normal biasanya. Puncak arus mudik diperkirakan jatuh pada tanggal 18 Maret (H-3) mendatang. Arus balik diprediksi akan berlangsung pada tanggal 24 Maret.
Jasa Marga telah menyiapkan lebih dari 500 kendaraan operasional untuk membantu warga. Sebanyak 62 rest area aktif siap melayani kebutuhan para pemudik di sepanjang jalan. Pengawasan diperketat dengan 3.500 kamera pemantau yang terintegrasi dalam aplikasi Travoy. Aplikasi ini memiliki tingkat akurasi data mencapai 97 persen secara waktu nyata. Dari sisi Kementerian Perhubungan, prioritas utama adalah mencapai target zero accident. Kolaborasi antarinstansi diperkuat untuk mengantisipasi segala potensi gangguan di jalur mudik.
Pendekatan Humanis Dan Kebijakan Tanpa Tilang Selama Mudik
Irjen Agus Suryonugroho memastikan pendekatan Polantas tetap humanis selama Operasi Ketupat. Beliau memberikan kabar baik bahwa tidak akan ada penilangan manual di lapangan. Penindakan tilang tidak menjadi prioritas utama selama operasi kemanusiaan ini berlangsung. Namun, sistem ETLE tetap difungsikan untuk memantau dan mengumpulkan data arus. Fokus polisi adalah membantu kelancaran dan memberikan pelayanan terbaik bagi warga. Polantas ingin masyarakat merasa dilindungi dan nyaman selama berada di perjalanan.
Simulasi TFG yang dilakukan jauh hari bertujuan memberikan kepastian informasi bagi publik. Kejelasan arah rekayasa lalu lintas sangat penting agar pemudik tidak merasa bingung. Respons cepat petugas akan sangat menentukan kenyamanan saat terjadi kepadatan mendadak. Langkah ini diharapkan mampu menghadirkan perjalanan mudik yang lebih aman dan berkeselamatan. Mari kita dukung budaya tertib berlalu lintas demi kebahagiaan keluarga di rumah. Semoga mudik tahun 2026 menjadi momen indah yang tidak terlupakan.



