Risalahnegeriku
  • Berita Terkini
  • Keamanan
  • Ekonomi
  • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Keamanan
  • Ekonomi
  • Pariwisata
No Result
View All Result
Risalahnegeriku
No Result
View All Result

Bukan Sekadar Teknologi, PT Qudo Buana Nawakara Tegaskan Pentingnya Pengawasan Manusia dalam Pemanfaatan AI

Salma Hasna by Salma Hasna
13 Agustus 2026
3 min read
0
Bukan Sekadar Teknologi, PT Qudo Buana Nawakara Tegaskan Pentingnya Pengawasan Manusia dalam Pemanfaatan AI

JAKARTA – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin memengaruhi berbagai sektor, termasuk keamanan siber. Meski mampu membantu menganalisis data dalam jumlah besar dan mempercepat pekerjaan, penggunaan AI tetap membutuhkan pengawasan serta validasi manusia.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam diskusi bertajuk “Trust Infrastructure For The Ai-Driven Economy: Building Assured Cybersecurity Services, Responsible AI Defence, and Market Confidence” yang dihelat pada ajang INTI Cybersecurity Expo & Cyber Resilience Day 2026 di Jakarta International Expo (JIE). Dalam pameran dan konferensi teknologi terkemuka ini, PT Qudo Buana Nawakara turut berpartisipasi aktif untuk memperkuat komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi digital dan keamanan cerdas berbasis AI yang terpercaya.

Sebagai perusahaan spesialis teknologi informasi yang bergerak di bidang perencanaan, pembangunan, dan pengembangan sistem berbasis TI serta Artificial Intelligence (AI)—termasuk portofolio inovatif seperti aplikasi analitik berbasis AI otomatis Multipool AI—PT Qudo Buana Nawakara memandang bahwa integrasi kecerdasan buatan harus selalu berjalan selaras dengan prinsip tata kelola dan verifikasi yang ketat.

Komitmen ini diwujudkan melalui pengembangan berbagai solusi nyata yang menjawab kebutuhan ekosistem digital nasional dan institusional:

  • MediaHub Humas Polri: Layanan agregator resmi yang menyediakan konten foto, audiovisual, dan audio bagi masyarakat luas serta jurnalis untuk memenuhi kebutuhan informasi dan pemberitaan secara cepat dan terverifikasi.

  • Multipool: Platform berbasis web yang memanfaatkan teknologi otomasi dan kecerdasan buatan (AI) untuk mengumpulkan, menganalisis, serta menyajikan data secara komprehensif dari media sosial dan platform online guna memahami dinamika informasi secara real-time.

  • Silancar (Sistem Interaksi Lalu Lintas Aman, Nyaman, Cepat, Adaptif dan Responsive): Aplikasi yang dirancang khusus untuk mendukung petugas command center dan polisi lapangan dalam pemantauan kendaraan secara real-time, pelacakan lokasi berbasis peta digital, serta identifikasi perilaku mengemudi berisiko guna meningkatkan keselamatan di jalan raya.

Melalui integrasi portofolio tersebut, PT Qudo Buana Nawakara memastikan bahwa penerapan teknologi cerdas selalu sejalan dengan prinsip verifikasi. Sejalan dengan pembahasan para panelis dalam diskusi tersebut, hasil keluaran AI tidak seharusnya diterima begitu saja karena masih terdapat kemungkinan kesalahan, baik berupa false positive maupun false negative. Salah satu panelis menegaskan pentingnya proses verifikasi sebelum hasil AI digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.

“Hasil tersebut harus dapat diverifikasi. Kuncinya adalah hasil keluaran yang dapat diverifikasi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya keterlacakan atau traceability. Menurutnya, setiap hasil yang diberikan AI perlu dapat ditelusuri kembali berdasarkan logika dan asumsi yang digunakan. Dengan demikian, profesional tetap dapat melakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.

“Jadi, verifikasi dan validasi sangat penting untuk semua pekerjaan yang dihasilkan oleh AI sebagai luaran (output),” katanya.

Dari sisi pengembangan ekosistem, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekraf Muhammad Neil El Himam menilai Indonesia tidak cukup hanya menyiapkan teknologi dan infrastruktur. Penguatan talenta digital juga menjadi bagian penting agar AI dapat dikembangkan dan digunakan secara aman.

“Kita perlu membangun tidak hanya kapabilitas inti dari para talenta melalui pemograman, bahasa pemrograman, pengembangan LLM contohnya, tetapi kita juga perlu memastikan bahwa dari segi ekosistem, etika juga,” ujar Neil.

Menurut Neil, perkembangan AI juga membuka peluang bagi startup lokal. Ia menilai perusahaan rintisan berbasis AI perlu didorong agar mampu menjawab kebutuhan nasional sekaligus bersaing di pasar internasional.

Sementara itu, Yosua N. Santoso dari SeaBank menjelaskan AI dapat membantu sektor perbankan dalam menganalisis data, mendeteksi anomali, hingga mengotomatisasi sejumlah proses keamanan. Namun, rekomendasi yang diberikan AI tetap perlu divalidasi manusia sebelum tindakan dilakukan.

Yosua juga menekankan bahwa keberhasilan AI tidak cukup diukur dari seberapa sering teknologi tersebut digunakan. “Metrik hasil harus dikaitkan dengan metrik bisnis asli yang spesifik,” ujarnya.

Dari sisi tata kelola, Henry Tan dari CREST menyoroti transparansi dan perlindungan data. Menurutnya, pengguna harus mengetahui model AI yang digunakan, tujuan penggunaannya, serta data yang diproses.

“Jadi, kita perlu menyatakan model AI jenis apa yang kita gunakan, lalu apa tujuan penggunaannya, dan jenis data apa yang dikonsumsi, ditransfer, dan sebagainya,” katanya.

Henry juga menegaskan bahwa AI tidak akan sepenuhnya mengambil alih pekerjaan manusia. “Masa depan terletak pada keahlian manusia yang diperkuat oleh AI. Jadi AI tidak akan mengambil alih pekerjaan kita,” ujarnya.

Neil pun mengingatkan bahwa kehadiran AI merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. “AI tidak bisa dihindari. AI akan datang, AI sudah ada di sini, suka atau tidak suka Anda harus menghadapinya,” katanya.

Senada, Yosua memberikan pandangan mengenai perubahan dunia kerja di tengah perkembangan AI. “Anda tidak akan digantikan oleh AI, tetapi kita akan digantikan oleh orang yang dapat menggunakan AI dengan lebih baik,” ujarnya.

Melalui keikutsertaannya dalam ajang bergengsi ini, PT Qudo Buana Nawakara terus berkomitmen untuk mendorong standar keamanan siber nasional yang adaptif melalui inovasi seperti MediaHub, Multipool, dan Silancar. Perkembangan AI perlu diikuti peningkatan kompetensi manusia, tata kelola yang jelas, perlindungan data, serta mekanisme pengawasan yang handal. Teknologi dapat memperkuat kemampuan manusia, tetapi keputusan dan tanggung jawab akhir tetap berada di tangan pertimbangan manusia.

Tags: AI di sektor perbankan SeaBanketika dan tata kelola AIkecerdasan buatan keamanan siberMuhammad Neil El Himam Kemenparekrafverifikasi dan validasi AI
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terpopular

Bukan Sekadar Teknologi, PT Qudo Buana Nawakara Tegaskan Pentingnya Pengawasan Manusia dalam Pemanfaatan AI
Berita Terkini

Bukan Sekadar Teknologi, PT Qudo Buana Nawakara Tegaskan Pentingnya Pengawasan Manusia dalam Pemanfaatan AI

13 Agustus 2026
Gladi Kotor HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana: Libatkan 81 Pesawat dan Helikopter TNI untuk Demo Udara
Berita Terkini

Gladi Kotor HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana: Libatkan 81 Pesawat dan Helikopter TNI untuk Demo Udara

13 Agustus 2026
Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)
Info Negeri

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

12 Agustus 2026
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Citizen Journalism
Copyright Inanegeriku Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Keamanan
  • Ekonomi
  • Pariwisata
wpDiscuz