JAKARTA — Suara dari para Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama kembali menggema di tengah dinamika Muktamar ke-35 NU 2026. Salah satunya datang dari KH. Nurul Huda Dzajuli yang menegaskan pentingnya NU kembali dipimpin oleh ulama yang memiliki kedalaman ilmu dan sanad keilmuan yang jelas.
Pernyataan tersebut tersampaikan ke publik melalui potongan video yang beredar luas saat Kyai Dah —sapaan akrab beliau— menghadiri acara Silaturrahim Mustasyar dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di Tebuireng.
“Kepengin NU itu bertahan baik dan berada di tangan para si Mbah Kiai… sebaiknya NU itu dikembalikan saja pada kiai*,” tegas Kiai Dah di hadapan para Mustasyar dan Masyayikh.
Dalam kesempatan yang sama, Kiai Dah secara gamblang menyebut nama KH. Said Aqil Siroj sebagai figur yang paling tepat untuk memimpin NU ke depan.
“Alangkah baiknya kalau kita kembalikan saja kepada Pak Said. Ben melu prihatin… Sebab kenyataannya di tangan Mbah Kiai Said, NU itu dalam keadaan yang segar, baik, kompak,” ujarnya.
KH. Nurul Huda Jazuli menilai, NU sebagai jam’iyah besar tidak bisa hanya diurus oleh siapa saja. NU butuh nahkoda yang paham betul persoalan umat dan organisasi.
“NU ini tidak bisa diatasi oleh siapa pun yang bukan kiai, yang bukan masyaikh, yang bukan ulama ini harus diakui. Kita berpikir kapan NU ini benar-benar ditangani oleh… Kiai Said Aqil Siroj saya rasa itu adalah orang yang benar-benar mampu,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar Muktamar nanti mengedepankan kemaslahatan jam’iyah, bukan kepentingan politik. Menurutnya, marwah NU akan kembali kuat jika dipimpin oleh sosok yang dekat dengan pesantren dan para ulama sepuh.
Acara silaturrahim ini dihadiri oleh jajaran Mustasyar dan Pengurus Besar NU. Forum tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan masukan dan harapan dari para sesepuh NU kepada kepengurusan saat ini.
Muktamar ke-35 NU sendiri dijadwalkan digelar pada 2026 untuk memilih Rais Aam dan Ketua Umum PBNU periode 2026-2031.
#DaulatKiaiSaid #NderekKiaiSaid #AbuyaPengayomNU



