JAKARTA – Pengelolaan lalu lintas di era modern tidak bisa lagi mengandalkan pengalaman semata. Lonjakan jumlah kendaraan dan pola perjalanan masyarakat kini semakin dinamis. Risiko kecelakaan yang kompleks menuntut pendekatan yang lebih presisi dan berbasis fakta. Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menegaskan hal penting ini. Beliau menyatakan bahwa fondasi utama pengelolaan lalu lintas adalah data real-time. Negara tidak boleh lagi menunggu kemacetan terjadi baru bertindak. Transformasi operasional ini menjadi fokus utama menjelang Operasi Ketupat 2026.
Data nasional menunjukkan tren positif dalam penurunan angka kecelakaan. Pada tahun 2024, tercatat ada 150.096 kasus kecelakaan di Indonesia. Angka ini berhasil turun menjadi 141.608 kasus pada tahun 2025. Korban meninggal dunia juga mengalami penurunan hampir 20 persen. Indikator ini membuktikan bahwa pendekatan ilmiah mulai memberikan dampak nyata. Namun, tantangan besar tetap menanti pada musim mudik 2026 nanti. Pergerakan masyarakat diproyeksikan mencapai lebih dari 140 juta orang.
“Hari ini lalu lintas tidak bisa dikelola dengan insting, tapi dengan data real-time,” tegas Irjen Agus Suryonugroho.
Command Center KM 29 Sebagai Pusat Integrasi Data Nasional
Command Center KM 29 di Tol Cikampek kini menjadi jantung operasional Polantas. Fasilitas canggih ini mengintegrasikan ribuan CCTV dan sensor arus kendaraan. Semua laporan patroli dan sistem ETLE terhubung dalam satu layar terintegrasi. Pusat kendali ini bertugas menganalisis pola kepadatan secara terus-menerus. Petugas dapat mendeteksi potensi bottleneck sebelum kemacetan panjang terjadi. Data konkret dari lapangan menjadi dasar utama penentuan rekayasa lalu lintas. Teknologi ini membantu mempercepat proses analisis bagi seluruh personel Polantas.
Strategi ini sudah terbukti sukses pada arus mudik Lebaran 2025 lalu. Angka kecelakaan tercatat turun sebesar 34,31 persen saat itu. Penurunan tersebut terjadi meski volume kendaraan di jalan tol meningkat tajam. Keputusan penerapan one way dan contraflow diambil berdasarkan analisis historis. Irjen Agus Suryonugroho memastikan setiap kebijakan memiliki dasar ilmiah yang kuat. Beliau mengingatkan bahwa setiap angka kecelakaan mewakili nyawa manusia yang berharga. Oleh karena itu, akurasi data menjadi harga mati dalam setiap operasi.
Lompatan Teknologi Melalui ETLE Dan Drone Patrol Presisi
Transformasi digital juga terlihat pada pemanfaatan ETLE Drone Patrol Presisi. Kakorlantas Polri menyebut inovasi ini sebagai lompatan besar dalam penegakan hukum. Drone memungkinkan pengawasan objektif dari udara tanpa interaksi langsung yang subjektif. Jangkauan pengawasan kini meluas hingga ke titik yang sulit dijangkau kamera statis. Namun, Irjen Agus menegaskan bahwa teknologi hanyalah alat bantu bagi petugas. Keputusan akhir tetap berada di tangan personel yang memahami konteks sosial. Manusia tetap menjadi aktor utama dalam menjaga ketertiban di jalan raya.
Pendekatan berbasis data ini mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak. Anggota Komisi III DPR RI Machfud Arifin memuji pemanfaatan teknologi digital Korlantas. Pengamat Rocky Gerung juga menilai sistem real-time ini mampu meminimalkan risiko kecelakaan. Legitimasi publik menunjukkan bahwa pendekatan ilmiah ini diterima dengan sangat baik. Kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polantas semakin meningkat seiring dengan transparansi data. Hal ini menjadi motivasi tambahan bagi Korlantas untuk terus berinovasi.
Menyongsong Operasi Ketupat 2026 Yang Aman Dan Nyaman
Menjelang Operasi Ketupat 2026, simulasi arus terus dilakukan secara intensif. Analisis kapasitas jalan dilakukan untuk menentukan titik intervensi yang presisi. Command Center KM 29 akan menjadi pusat koordinasi utama selama masa mudik. Irjen Agus Suryonugroho berkomitmen memastikan keselamatan masyarakat secara menyeluruh. Prinsip pengelolaan berbasis data menjadi fondasi moral dalam setiap tindakan. Pengalaman petugas di lapangan kini diperkuat dengan dukungan analisis ilmiah.
Transformasi ini membuktikan bahwa negara modern harus bekerja berbasis fakta. Data bukan sekadar angka statistik, melainkan dasar perlindungan bagi jutaan nyawa. Penurunan kecelakaan menjadi bukti nyata bahwa pendekatan ini sangat efektif. Kepemimpinan strategis Irjen Agus Suryonugroho membawa Polantas ke arah yang lebih maju. Mari kita dukung budaya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama. Semoga perjalanan mudik 2026 berlangsung aman, lancar, dan penuh kebahagiaan.



